Jangan Dikira Enak Jadi Orang Yang Penuh Semangat!

Jangan Dikira Enak Jadi Orang Yang Penuh Semangat!


Jadi orang yang penuh semangat itu harus ekstra hati-hati.  Ingat! Pada dasarnya setiap manusia punya rasa iri dan dengki. Jadi orang yang penuh semangat atau berantusias tinggi akan lebih menonjol, ga jarang terlihat dominan dalam suatu lingkungan. Jadi orang yang penuh semangat itu bagus, apa lagi kalau kita kerja dalam kelompok. Namun harus ekstra hati-hati kalau melewati batas, orang lain akan merasa terusik. Kalau tidak pintar menyiasatinya, akan bayak orang yang tidak suka.

dan, Tidak menjadi orang yang penuh semangat itu bukan pilihan!!!

ada beberapa tips supaya kita tetap menjadi orang yang penuh semangat, tapi orang lain tidak merasa terusik, dan akan suka dengan kita!

1. "Other-Centered"

Menjadi orang yang penuh semangat secara alami membuat diri kita menjadi "center" dalam seuatu kelompok. Energi yang kita keluarkan terlalu positif. Untuk bisa menyeimbangi, kita tidak boleh lupa orang lain disekitar kita. 

"Focus on what is important to other person". 

Jadi sebelum melakukan sesuatu, sebelum mengutarakan pendapat, coba dipikirkan kembali, apakah tindakan dan ucapan kita mewakili orang lain atau hanya mewakili keinginan pribadi.

Ingat orang lain juga ingin menjadi "center", kalau mereka belum mampu, bantu mereka dengan mewakili keinginan mereka.

2. Respect 

Ini harus dijunjung tinggi ya! apalagi kita orang Indonesia yang harusnya punya pribadi menghormati dan menghargai orang lain sejak kita kecil. Diajari sopan santun sama orang tua kita. Walau kita sangat penuh semangat melakukan sesuatu, kita harus tetap ingat bahwa semua ada batasnya, bertanya terlebih dahulu untuk hal-hal yang pribadi, bertanya pendapat orang lain, hargai saat orang lain mengutarakan pendapat, dll.

3. Make Requests, Not Demands.

Ini yang membuat orang lain risih saat si Penuh Semangat meminta tolong, karena seringnya yang tersampaikan adalah memerintah, bukan meminta tolong. 

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk setuju dan melakukan apa yang kita mau. Terimalah jawaban "tidak" dari orang lain.


4. Note Non-Verbal Behavior!

Baca gerak gerik orang lain. 

Apakah orang lain merasa terusik atau mungkin nyaman dengan keberadaan kita.

Non-verbal behavior tidak bisa bohong. :)


sumber : www.coursesforsuccess.com, Personal Branding Course Bundle, 2017.



















Comments

Popular posts from this blog

Jaga Bicara di Depan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Tips & Triks Tetap Sehat Saat Jajan (Sepulang dari Luar Negeri)

Makan Sambil Main